Pemuda Merah Putih


“India, China, Pakistan, dan Filipina dilaporkan mengalami eksodus kaum intelektual ke Amerika dan Eropa Barat”

Brain drain adalah suatu fenomena arus keluar atau perginya ilmuwan dan teknolog dari negara asal tempat ilmuwan tersebut dilahirkan. Mirisnya, peristiwa ini justru merugikan negara-negara berkembang seperti India, China, Pakistan dan Filipina. Negara-negara tersebut dilaporkan mengalami eksodus kaum intelektual ke Amerika dan Eropa Barat. Justru Amerika dan negara maju lainnya yang diuntungkan dengan peristiwa ini sehingga mereka menjadi brain drain net importer

Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampak fenomena Brain Drain ini Dalam catatan Institute of International Education jumlah mahasiswa Indonesia di Amerika pada tahun 2006 sebanyak 7.707 jiwa. Kemudian, menurut dokumen Netherlands Education Support Office (NESO) jumlah mahasiswa Indonesia  di Belanda  mencapai 1.450 jiwa. Pada dasarnya kepergian putra-putra terbaik tersebut ke luar negeri tersebut justru menjadi kebanggaan, tetapi hal ini justru bisa menjadi kerugian saat mereka tidak mau kembali lagi ke Indonesia. Alasan yang disampaikan beragam mulai dari soal buruknya administrasi dan teknologi di tanah air hingga soal penghargaan akademik dari pemerintah terhadap mereka. Jika hal ini dibiarkan maka kepergian mereka menjadi sia-sia karena tidak bisa menyelesaikan permasalahan bangsa.

Di sisi lain, ada pemuda Indonesia yang peduli dan terpanggil untuk menjadi solusi atas masalah yang mereka lihat dan hadapi saat ini. Salah satunya adalah Saur Marlinang Manurung alias butet. Lulusan Antropologi Unpad ini rela menghabiskan masa mudanya di hutan-hutan di Jambi untuk mengajari baca-tulis anak-anak suku kubu. Ia menjadi sosok pemuda yang mampu membuktikan idealismenya dan bertindak nyata untuk mengatasi masalah yang terjadi di masyarakat.

Idealisme menjadi jawaban dan kunci bagi pemuda Indonesia untuk menjadi solusi baik dengan pergi ke luar negeri atau justru bertahan di tanah air. Kegigihan Butet mengajari baca tulis tentu menjadi anugerah besar bagi suku kubu. Dengan kehadirannya, butet dapat memberikan solusi secara langsung. Namun, kepergian mahasiswa Indonesia ke luar negeri juga merupakan investasi besar. Karena kelak mereka yang harus menjadi motor penggerak ketertinggalan negeri ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: