Selai Kacang



Beberapa pekan lalu keluarga kami diberi hadiah berupa sebuah plastik bertuliskan “cream”. Isi di dalam plastik transparan itu berwarna coklat dengan sebuah kertas di sisi luarnya yang menempel lekat. Di kertas itu tertulis “cream”, kode produksi, dan expired date. Kira-kira hanya begitu yang tertera di sana. Begitu kami menerimanya kami tentu bertanya-tanya gerangan apa yang ada di hadapan kami ini. Ingin tahu jawabnya, saya mengirim sms kepada si pemberi untuk mengetahui apa yang telah kami terima. Ternyata jawabnya sederhana; cream itu adalah selai kacang.

Mendapati bahwa ini bingkisan itu adalah selai kacang, kami menyimpannya dengan baik. Terbayang dalam benak kami bahwa kami akan menggunakannya bersama dengan roti tawar, penganan yang jarang mampir dalam menu kami. Entah rasanya apa tapi yang jelas kami menyimpannya dengan baik. Hingga akhirnya kami menyobek plastik itu akhir pekan lalu. Kami pun menyesal karena menyimpannya terlalu lama karena selai se-enak itu harusnya sudah habis beberapa pekan sebelumnya. Jadilah kami beramai-ramai menikmati roti dan selai kacang yang lezat itu.

Sama halnya dengan fenomena selai kacang itu, dalam hidup ini kita acap kali mengurungkan niat untuk mencoba hal-hal baru. Umumnya keengganan itu terjadi karena persepsi yang sudah terbentuk di kepala mengenai hal baru tersebut atau kita khawatir dengan resiko dibalik pilihan-pilihan tersebut. Padahal pada hal-hal baru tersebut tersimpan peluang yang mungkin selama ini kita cari tapi tak pernah temukan, ada keasyikan tersendiri yang kita nantikan. Namun sayangnya kita terlalu asyik di zona nyaman, sebuah area tanpa resiko.

Yang perlu kita sadari bahwa jika kita tidak puas dengan kondisi kita hari ini maka berubahlah. Bagaimana caranya berubah? Einstein bilang begini, “Hanya orang gila yang mengharapkan hasil yang berbeda dari cara yang sama”. Kabar baiknya hal-hal baru seperti selai kacang tadi menyediakan cara-cara baru yang boleh jadi membawa Anda pada PERUBAHAN; pada KESUKSESAN.

Wallahu ‘alam
PS : terima kasiih buat selai kacangnya ^^

Advertisements
Comments
One Response to “Selai Kacang”
  1. MJ says:

    Ada saatnya kita berada pada zona nyaman dan ada saatnya pula kita harus berlari dan mencari banyak hal yang menantang. Kita hanya butuh istirahat untuk mengumpulkan tenaga dan berlari kembali mengejar mimpi-mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: