Pohon Roboh


Setelah menikah saya punya aktivitas baru yaitu berkebun atau lebih tepatnya bertaman. Taman yang kami miliki memang tidak terlalu besar tetapi cukup menarik jika bisa ditata dengan baik. Salah satu tanaman yang tumbuh di sana adalah pohon jarak, Tingginya baru 1.5 meter saja, daunnya cukup rimbun dan sudah mulai berbuah. Suatu pagi saya baru menyadari bahwa pohon jarak itu sudah roboh. Agaknya pohon itu tak sanggup menahan angin dari hujan lebat yang terjadi pada sore sebelumnya.

Akhir pekan ini saya berusaha untuk memperbaiki kondisinya. Ternyata pohon itu awalnya di tanam di dalam sebuah toples plastik sehingga akarnya tertahan di dalam toples itu. Ohh agaknya ini yang membuatnya tidak dapat mencengkeram bumi dengan kuat. Aku pecahkan toples itu dan membiarkan akarnya menghirup udara segar. Lepas itu aku gali areal tanamnya dan ku tanam kembali ke dalamnya. Pohon itu tegak berdiri sebelum akhirnya roboh kembali. Akarnya tak cukup kuat menopang batang dan daun yang sudah begitu rimbun. Opsinya ada dua yaitu menanamnya lebih dalam atau memotong daun-daunnya. Opsi pertama aku urungkan karena ternyata setelah beberapa puluh centimeter menggali aku dapati lantai plester semen di dasar. Ohh rupanya ini adalah sebab mengapa tanaman ini dulu hanya di tanam di pot. Mungkin lebih baik jika ranting-rantingnya dipotong.

Seperti halnya pohon manusia harus memiliki akar yang kuat besar dan menjalar ke segala arah. Hal ini penting agar saat batang semakin tumbuh besar dan daun semakin rindang, pohon itu tetap dapat tegak berdiri. Masa pertumbuhan akar itu adalah saat ini, saat kita masih muda. Mari terjun ke berbagai aktivitas yang dapat menumbuhkan akar kita, sehingga tumbuh besar dan menjulur ke segala arah, kuat mencengkram bumi. Hal ini penting agar saat batang kehidupan kita mulai tumbuh besar, daun kian rindang, dan buah semakin banyak yamg muncul pohon kehidupan kita tetap dapat bertahan. Jangan sampai kita sampai pada saat ranting kita dipotong karena terlalu rimbun atau areal tanam kita hilangg digantikan tanaman lain.

Wallahu ‘alam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: