2012 Journey


Tahun 2012 tinggal menghitung hari saja akan berakhir bersama senjanya pada 31 Desember mendatang. Begitu banyak cerita yang ingin ku bagi sebanyak pengalaman baru yang kurasakan tahun ini. Di sisi lain juga ada banyak evaluasi yang harus ku lakukan agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih berkontribusi bagi orang-orang di sekitarku. Dari tiga target utama yang aku canangkan di awal tahun ini Alhamdulillah telah tercapai dua di antaranya, yaitu pekerjaan yang lebih baik dan menikah, sedangkan target yang tidak tercapai adalah menerbitkan buku.

Tahun ini dapat aku sebut sebagai tahun perjalanan dari kota ke kota. Coba bayangkan di awal tahun ini saya belum pernah naik Garuda Indonesia dan menjelang akhir 2012 ini aku memegang GFF Silver yang hanya berselisih 4 perjalanan pulang pergi saja dengan GFF Gold. Namun, bukan berarti perjalanan yang aku lalui melulu dengan pesawat terbang sebagian yang lain aku jalani dengan bus, kapal, dan perahu kecil hingga berhasil menjejakkan kaki ke 5 pulau di luar Jawa. Berikut ini adalah highlights perjalanan tersebut.

Purwokerto

Ini adalah kota yang paling sering aku kunjungi selain Jogjakarta tahun ini. Ya betul, ini adalah kediaman orang tua Rizka Ardhiyana, kekasihku J. Kunjuangan ku ke sana adakalanya sendirian di tengah malam hehe, ada pula yang ditemani teman seperti Aria atau Erik, juga pernah bersama keluarga inti saat kami lamaran J Aku sempat berkunjung ke Baturaden sebuah tempat wisata yang cukup dingin dan penuh dengan jalan yang mendaki . Aku dan Rizka juga menyempatkan diri berbelanja di Moro dan jalan ke Kota Satria itu.

Jogjakarta

Ya, kota ini adalah kota di luar Jakarta yang paling sering aku kunjungi. Setiap bulan setidaknya aku sekali berkunjung ke sana untuk sekedar rapat atau menemui bos ku. Di sela-sela kegiatan di Jogja aku dan teman2 suka berkumpul bersama untuk sekedar makan dan ngobrol2 ringan. Aku juga menjelajah kota itu dengan sowan ke Keraton, Malioboro, Benteng Vredeburg, Kopi Joss, Tugu Jogja, Taman Siswa, Taman Pintar, dan tempat-tempat lainnya. Kota ini memang lebih menenangkan daripada Jakarta. Penuh dengan orang kreatif yang punya semangat wirausaha. Bisnis yang berkembang di sana adalah bisnis kuliner dan perhotelan. Hal ini wajar karena Jogja adalah salah satu provinsi yang paling sering dikunjungi wisatawan.

Pekalongan

Aku menyambangi kota ini dalam rangka menemui salah satu sahabat zeitgeisterku yaitu wiharso. Begitu turun di terminal aku langsung di antar menuju markas HMI Pekalongan, gak heran karena memang dia adalah Ketua HMI Pekalongan.  Aku mampir ke rumahnya yang sederhana di salah satu desa di sisi lain kota itu. Setelah itu aku habiskan waktu selepas shalat jumat dengan berkunjung ke alun-alun, museum batik, pantai utara jawa dan mesjid raya. Akhirnya aku melanjutkan perjalanan setelah asyik mengobrol.

Nusa Kambangan

Yup, pasti hal pertama yang terpikirkan di benak Anda adalah penjara. Nusa Kambangan memang memiliki penjara kelas 1 untuk penjahat2 dari seluruh nusantara. Di pertengahan tahun ini aku sempatkan untuk berkunjung ke sana bersama temanku Erik Febriyan. Kami menaiki sepeda motor dari Purwokerto ke Cilacap di selatan. Sepanjang perjalanan aku disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan seperti pohon pinus, kereta yang melintas di atas areal persawahan dan lain-lain. Sesampainya di pantai selatan kami berkunjung ke Benteng Pendem dan segera memilih salah satu perahu. Aku tidak ingat berapa persisnya tarif untuk pulang pergi ke Nusa Kambangan dengan perahu itu mungkin berkisar antara 20-30ribu per orang. Di pulau itu kita bisa melihat sisa-sisa benteng belanda yang begitu kokoh namun sudah tidak terpakai. Di sisi lain kita juga bisa menikmati pantai yang indah dengan pasir putihnya.

Bandung

Bukan sekali dua aku berjalan-jalan ke Bandung, tetapi bersama keluargaku ini adalah yang pertama. Tujuan kami adalah Trans Studio Bandung. Sesampainya di sana kami langsung menyerbu masuk ke berbagai wahana yang belum terlalu ramai dipadati pengunjung siang itu. Yamaha Racing Coaster jadi menu pembuka kami, menyusul kemudian adalah Giant Swing, Vertigo, Dragon Riders, Science Center dan lain-lain. Sore harinya diiringi oleh gerimis hujan kami pulang ke Jakarta setelah menyantap soto di seberang gerbang Trans Studio Bandung.

Bali

Ini adalah kali ketiga aku ke Bali. Pertama kali tahun 2009 untuk fieldtrip, lalu 2010 PIMNAS, dan sekarang 2012 kerja huhu. But it was fun! Aku bertemu rekan2 Danone Baby Nutrition dari seluruh dunia di ajang SSD Asia Pacific Meeting. Di tengah meeting tersebut kita menikmati outbond di Nusa Dua Bali. Kami touring dengan naik sepeda menuju pura dan berakhir di pantai. Di sana kami berlomba membangun rakit dan berebut bola di tengah laut. Rakit yang kami buat hanya berbekal ban karet dan bambu-bambu yang diikat dengan tali temali. Aku juga sempat bermain bola dan menghabiskan malam dengan gala dinner. Sebelum pulang aku sempatkan diri untuk kuliner di Kuta dan belanja di Joger.

Lombok

Ini adalah pengalaman pertamaku ke Lombok. Andai saja bisa bertemu Sis Zeitgeister yang asli Lombok pasti lebih menyenangkan, sayangnya dia sedang kuliah master di Belanda sehingga kami tidak sempat bertemu. Kami datang ke sana juga untuk kerja dan tamasya. Main bola air di kolam renang, sepedahan masuk-masuk kampung, makan malam yang lezat, dan kunjungan ke PAUD yang asyik sekali. Tiga hari rasanya cukup untuk kami dan aku memang melihat bahwa negeri ini sangat membutuhkan tangan-tangan pemuda seperti kita untuk berkontribusi lebih banyak.

Kepulauan Seribu

Lebih dari 20 tahun aku tinggal di Jakarta tetapi bari kali pertama aku menjelajah di kepulauan di utara Jakarta November yang lalu. Tujuan kami adalah Pulau Putri. Perjalanan di mulai dari Dermaga 9 Ancol, kami menghabiskan waktu 1.5 jam di atas kapal bersama tim LPPOM MUI. Sesampainya di sana kami habiskan waktu dengan masuk ke Tunnel Under Sea, outbond kecil-kecilan, naik perahu yang ada dinding kacanya dan lain-lain. Sore hari kami habiskan dengan berenang di kolam dan menikmati sunset dengan membaca majalah. Malam harinya kami berkumpul kembali untuk gala dinner. Bagian paling seru terjadi keesokanharinya. Aku dan Rizka menghabiskan waktu selepas sarapan dengan naik kayak menyeberang laut menuju Pulau Putri Barat. Walau terik matahari menyengat semangat kami tak surut untuk segera sampai di pulau tujuan. Pulau Putri Barat relatif lebih sepi tetapi pasir putihnya begitu indah. Perjalanan pulang pergi kedua pulau itu sekitar 2.5 jam. Yang menarik lainnya adalah pengalaman kami terkaget-kaget bertemu dengan dua biawak yang besar sekali dan ironisnya laut Jakarta yang sudah seperti pembuangan sampah akhir.

Perjalanan ke berbagai kota tersebut membuatku meyakini bahwa memang pembangunan belum merata keseluruh daerah, tapi aku melihat gairah orang-orang di sepanjang perjalanan yang menolak untuk menyerah, tidak ingin sekedar bertahan dengan kondisi yang ada dan bersemangat untuk maju.

Mari lanjut ke evaluasi tahun 2012. Aku telah pindah ke perusahaan yang baru dengan segala tantangan dan proses pembelajaran yang baru. Allah juga telah memperkenankan aku dan Rizka untuk membina rumah tangga bersama pada 8 September yang lalu dan melangsungkan resepsi tanggal 22 September. Dengan demikian dua target utama ku tercapai. Namun, aku gagal menerbitkan buku karena memang aku kurang bersungguh-sungguh mengerjakannya. Harusnya ada lebih banyak waktu yang diluangkan dan fokus pada pengerjaannya. Di sisi lain aku berhasil menerbitkan sebuah jurnal bersama kedua pembimbing penelitianku di Jurnal Teknik Kimia Indonesia. Aku juga berhasil membuat web pernikahanku sendiri. Sahabatku Luki turut membantu untuk beberapa bagian.

Di akhir 2012 ini, aku kembali rajin membaca mengenai berbagai hal untuk menjawab why we live? or what we were born to do? Mulai dari tulisan Rene, Jamil Azzaini, Phil Cooke dll. Aku juga berdiskusi dengan orang-orang terdekat dan merenung ke dalam diri. Kalau kata Rhenald Kasali, Change! even Change your DNA!

Di tahun 2013 saya berharap seluruh keluarga kami selalu diberikan kesehatan, aku dapat berkarir dengan lebih baik dan berkontribusi lebih besar untuk keluarga, perusahaan, dan lingkungan sekitar. Aku juga berharap dapat menjadi pribadi yang lebih matang, dewasa, semakin dekat dengan Allah. Jika diperkenankan kami juga ingin menimang anak pertama kami.

Advertisements
Comments
2 Responses to “2012 Journey”
  1. lingga says:

    pindah kerja ran?

  2. wah enak jg ya mas bisa keluar kota, saya masih neteo terus di Jakarta xD
    jarang keluar kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: