Negara (kehilangan) Hukum


negara-berdasar-atas-hukum

Berita hari-hari belakangan ini masih saja menyoroti berbagai masalah hukum. Beberapa hal yang paling heboh adalah penyerangan Lapas Cebongan dan pengeroyokan Kapolres di Sumut. Dua hal ini amatlah miris bagi saya pribadi. Narapidana yang seharusnya menjalani hukuman di bawah perlindungan negara justru dibantai habis di dalam sel mereka. Pelakunya masih gelap. Ada indikasi mereka berasal dari TNI/Polri tetapi proses pengusutan yang lama dan suram ini bisa memberi angin lain bagi kejahatan. Suatu hari bukan tidak mungkin segrombolan preman atau gembong narkoba menyerbu lapas lain untuk membebaskan bos atau rekan mereka. Tidak kalah mengerikannya adalah seroang Kapolres yang berusaha menangkap penjudi justru mati dikeroyok warga. Entah apa mungkin semua sudah gelap mata.

Belum lagi kalau kita lihat kontras pemberian hukuman kepada para terpidana, kadang aku juga geli mendengarnya. Ada dua artis panas cakar-cakaran, diurusi polisi dan salah satunya mesti dipenjara 3 bulan (mungkin salah satu lainnya akan segera menyusul dibui). Sementara itu, ada anak menteri yang menabrak mobil lain hingga timbul korban jiwa dibiarkan hidup di luar penjara dengan hukuman percobaan.

Saya lebih tertarik pada pengusutan TNI yang mati ditembak di Papua belakangan ini. Ini harus tuntas karena mereka yang jelas-jelas mempertahankan negara harus dibela dan dilindungi. Begitu juga pengusutan rekening gendut jenderal Polisi atau pejabat negara lainnya.  Ini pengkhianatan. Tetaplah ingat bahwa negara ini negara hukum semua harus diadili dengan adil.

Tapi mari bersabar sembari menunggu Bapak kita selesai mengurusi partainya atau setidaknya mari kita ucapkan selamat kepada Pak SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang baru.

Advertisements
Comments
2 Responses to “Negara (kehilangan) Hukum”
  1. Kemarin Asto baru nonton film yang judulnya ‘Shooter’ Ran. Tentang seorang prajurit yang dikhianati negaranya, yang akhirnya memilih untuk mundur dari dunianya karena memang merasa hukum itu cuma alat permainan penguasa… sedikit relevan lah dengan tulisan ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: