Kita yang mencari Tuhan


shalat

Saat saga makin merah dan burung-burung pantai berseru

matahari kian malu, nelayan menghela sampan maju

raga yang redup beradu dengan waktu yang makin menderu

kita yang lemah tak lagi mampu

dan nyata hanya Dia yang Satu

 

Hilang segala angkuh, musnah, semua mengaduh

Bagaikan kuli dan buruh kita cuma hamba-hamba dari panjang waktu yang sepuh

 

Saat kita sadar bahwa pandang mata kita hanya sejengkal

Saat kita tahu kalau sia-sia kita terpingkal

Maka hanya takut kita pada Yang Kekal

 

Ketika jauh terasa kita melangkah

dan terhenti pada jalan yang terbelah

maka kepada yang mana jalan akan kita pilah

bukan bersandar pada akal yang lemah

tidak mengacu pada nafsu yang salah

tapi pada Salat dan Doa yang berkah

 

Di dalam bilik yang gelap

cahaya terang mungkin menakutkan

Di dalam bilik yang gelap

Kita yang mencari Tuhan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: