Nyiapin Mudik (Murah)


Hai Bloggers! Semoga selalu sehat dan terus aktif berkarya untuk umat.

Kali ini saya mau sharing mengenai pengalaman mudik murah saya dan istri pada lebaran 1435 H yang lalu. Bayangkan kami cuma bayar 100 ribu rupiah aja buat mudik kemarin, benar begitu? Let’s check it out

Kami punya kebiasaan untuk selalu mempersiapkan anggaran mudik secara bulanan setahun sebelum mudik berlangsung. Langkah pertama yang kami lakukan adalah menentukan tujuan mudik mana yang akan kami pilih, yaitu ke Jawa Timur (Surabaya & Pacitan) atau Jawa Tengah (Semarang). Kami mengatur tujuan mana yang akan kami singgahi, semuanya, salah satu dan jalur aman yang akan kami pilih. Tahap kedua kami akan menghitung budget yang dibutuhkan untuk memenuhi rencana tersebut. Secara umum komponen biaya yang mesti disiapkan yaitu: biaya transportasi yang meliputi transportasi utama (bus, kereta, atau pesawat) dan transportasi lokal (angkot, taksi, atau ojeg) ; biaya konsumsi yaitu biaya yang kita keluarkan untuk makan dan minum selama berada di perjalanan; biaya rekreasi yaitu biaya yang kita keluarkan untuk berwisata di lokasi mudik lebaran, misal jalan2 ke kebun binatang, museum, pantai, wahana bermain termasuk ongkos makannya juga lho. Komponen biaya berikutnya yang gak kalah besar adalah ANGPAU. Kebiasaan masayarakat timur yang satu ini gaj bisa dianggap remeh, kalau satu keponakan, adik atau saudara kita kasih 50 rb aja maka udah bisa terhitung tuh kalo punya headcount sebanyak 20 aja dst. Nah biasanya kami akan sampai pada angka 5-6 juta setiap tahun. Dengan demikian secara disiplin kami menyisihkan sebesar 500 ribu untuk memenuhi anggaran itu. Nah ini yang bisa bikin THR dari kantor masih selamet di akhir ramadhan :p

Nah pada lebaran 1435 H yang lalu kami merencanakan untuk ke Surabaya saja dengan durasi mudik selama 3 hari. Sejak jauh hari kami sudah siapkan dana dan bersiap untuk memesan tiket kereta api via online. Kami pilih kereta api karena nyaman, gak terlalu mahal dan cukup cepat nyampe ke Sby. Nah seperti yang kita tahu semua situasi pemesanan tiket 3 bulan sebelum lebaran kemari chaos banget. Banyak yang antri beli di depan laptop, BB, HP masing2 untuk beli tiket. Akibatnya banyak yang kebagian tiket. Termasuk saya. Sampai masa akhir saya belum dapat tiket ke Surabaya itupun tiket yang harganya 500rb an juga udah ludes.

Rejeki yang tidak diduga akhir datang. Istri saya dapat informasi dari temannya di kantor bahwa garuda miles yang kita punya bisa ditukarkan dengan tiket pesawat. Bagi yang belum tahu, jadi kalo kita sering naik pake Garuda kita bisa daftar GFF (Garuda Frequent Flyer) itu  dulu, sekarang namanya Garuda Miles. Nah setiap perjalanan yang kita lalui akan diberi point oleh Garuda yang nantinya point itu bisa ditukarkan dengan berbagai macam merchandise dan juga salah satunya tiket pesawat. Kebetulan istri saya cukup rajin pulang pergi Shanghai – Jakarta dan belum pernah menukarkan point Garuda Miles nya. Jadilah kami ke konter Garudan di Botani Square, Bogor. Kami tukarkan 16.000 an poin untuk tiket Jakarta – Surabaya untuk dua orang. Dapatlah kami tiket untuk dua orang JKT- SBY for FREE 😀

20140730_13392120140729_192325

Nah, walau sudah dapat tiket berangkat kami belum penya tiket pulang Surabaya – Jakarta. Di tengah hiruk pikuk pemesanan tiket kereta api yang lalu saat semua orang fokus mencari tike mudik, alhamdulillah kami mendapat tiket balik dari SBY ke JKT. You know what, kami masih bisa dapat tiket ekonomi seharga 50 ribu aja per orang. Langsung kami booking trus bayar deh di Indomart. Jadilah kami hanya perlu biaya 100 rb untuk mudik kemarin. FYI, udah sejak beberapa tahun lalu kereta ekonomi itu pake AC lho, udah makin nyaman sekarang.

Itulah cerita mudik murah kami pada lebaran yang lalu. Lucunya sesampainya di Jatinegara kami naik taksi menuju Halim (rumah orang tua) dan ongkos taksinya 60 rb lebih mahal dari tiket SBY-JKL lol. Anyway,  di luar  biaya 100 rb tadi sebenarnya masih ada biaya lainnya seperti ongkos damri 40 rb per orang ke Bandara, trus biaya jalan2 di surabaya dst. Namun itulah mudik termurah yang pernah kami alami.

Salam Semangat !!!

Advertisements
Comments
2 Responses to “Nyiapin Mudik (Murah)”
  1. This post is really a good one it helps new the web users, wwho are wishing in favor of blogging.

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Kami menjalani Ramadhan kami yang indah di kontrakan kami di Bogor dan mengakhiri Ramadhan kami dengan mudik ke Surabaya. Dengan persiapan yang baik kami akhirnya bisa meraih mudik yang bahagia dan hemat tentunya. Monggo di simak ceritanya. […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: