Cerdas Berinvestasi dalam Ibadah


Dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa hidup manusia di dunia ini seperti pengembara. Hanya singgah sebentar saja di dunia sebelum menuju perjalanan yang jauh lebih panjang di akhirat kelak. Singkatnya waktu kita di dunia ini hendaknya dipergunakan semaksimal mungkin untuk menyiapkan perbekalan akhirat kita. oleh karena itu, di tengah keterbatasan waktu kita di dunia, harta yang kita miliki, tenaga yang kita punya, dan keterbatasan sumber daya lainnya hendaknya kita cerdas “berinvestasi” dalam ibadah. Kita hendaknya dapat beramal yang mampu memberikan investasi perbekalan yang amat berharga untuk kehidupan akhirat. Ada investasi amal yang memberikan  ganjaran kebaikan yang sangat besar bagi yang menunaikannya, diampuni dosa-dosa yang kita lakukan dan terdapat pula amal yang langgeng nilai kebaikannya. Mari kita bahas ketiga jenis amal tersebut.

Keterbatasan resource  yang kita punya di dunia ini hendaknya kita optimalkan untuk melakukan amal-amal yang bernilai tinggi seperti shalat berjamaah di masjid yang kita sudah sama-sama kita ketahui nilainya 27 kali lipat dibandingkan munfarid di rumah. Jelas tampak dalam kerangka waktu, tenaga, dan sumber daya yang relatif sama ibadah shalat berjamaah di masjid memberi kita jauh lebih banyak perbekalan akhirat kelak. Masih terdapat amal-amal lainnya yang seperti itu seperti puasa syawal yang diberi nilai oleh Allah seperti mengerjakan puasa selama setahun atau beribadah di malam lailatul qadr yang ganjarannya lebih baik daripada seribu bulan. Bayangkan!

Selain ibadah yang memberikan pahala atau kebaikan yang tinggi (gain profit) kita juga perlu mengoptimalkan sumber daya kita untuk melakukan amal-amal yang dapat menghapus dosa (avoid loss). Ingat bahwa dosa-dosa kita yang teramat banyak juga dapat menggiring kita ke neraka. Naudzubillah. Salah satu contoh amal yang dapat menghapus dosa adalah puasa di hari arafah yang dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Shalat tarawih juga dapat menghapuskan dosa sebagaimana hadits Rasulullah “Siapa yang menegakkan Ramadhan (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu”. Ada beberapa amalan lainnya yang dapat menghapuskan dosa seperti shalat malam, memperbanyak sujud, dan ibadah haji yang mabrur.

Terakhir ada jenis ibadah yang nilai kebaikannya sifatnya langgeng sebagaimana dalam hadits Rasulullah riwayat Muslim yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh. Beberapa amal lainnya yang pahalanya mengalir terus menerus seperti membuat sumur, masjid dan mewaqafkan Al Quran. Perlu diingat untuk sedekah atau infak yang kita berikan hendaknya dapat dikumpulkan kepada pengelola yang amanah agar dana yang terkumpul lebih banyak dan memberi dampak yang lebih nyata dan kontinu dibandingkan dengan sedekah yang kita lakukan secara sendiri-sendiri.

Menutup tulisan ini, mari kita merenungkan sejauh mana merencanakan amal-amal yang akan kita perbaiki tahun ini. Ingat bahwa untuk kepentingan dunia saja kita melakukan berbagai analisis dan metode perencanaan yang kompleks agar tujuan organisasi kita tercapai. tetapi apakah kita sudah menyiapkan amal-amal kita dengan serius untuk perbekalan kita di akhirat kelak? Wallahu alam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: