Durham Story Begins

Beberapa waktu lalu saya pernah posting di instagram dan facebook sebuah kertas yang isinya adalah coret-coretan yang saya buat untuk memotivasi saya mewujudkan salah satu mimpi saya untuk bersekolah di luar negeri. Posting itu memperoleh amat banyak tanggapan dan komentar untuk ukuran wall facebook saya. Ternyata tak sampai di sana saja, setelah itu ada beberapa teman, adik kelas, senior, teman yang japri saya untuk menanyakan bagaimana cara memperoleh beasiswa dan berkuliah di Durham University.
Continue reading

Advertisements

Cerdas Berinvestasi dalam Ibadah

Dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa hidup manusia di dunia ini seperti pengembara. Hanya singgah sebentar saja di dunia sebelum menuju perjalanan yang jauh lebih panjang di akhirat kelak. Singkatnya waktu kita di dunia ini hendaknya dipergunakan semaksimal mungkin untuk menyiapkan perbekalan akhirat kita. oleh karena itu, di tengah keterbatasan waktu kita di dunia, harta yang kita miliki, tenaga yang kita punya, dan keterbatasan sumber daya lainnya hendaknya kita cerdas “berinvestasi” dalam ibadah. Kita hendaknya dapat beramal yang mampu memberikan investasi perbekalan yang amat berharga untuk kehidupan akhirat. Ada investasi amal yang memberikan  ganjaran kebaikan yang sangat besar bagi yang menunaikannya, diampuni dosa-dosa yang kita lakukan dan terdapat pula amal yang langgeng nilai kebaikannya. Mari kita bahas ketiga jenis amal tersebut.

Keterbatasan resource  yang kita punya di dunia ini hendaknya kita optimalkan untuk melakukan amal-amal yang bernilai tinggi seperti shalat berjamaah di masjid yang kita sudah sama-sama kita ketahui nilainya 27 kali lipat dibandingkan munfarid di rumah. Jelas tampak dalam kerangka waktu, tenaga, dan sumber daya yang relatif sama ibadah shalat berjamaah di masjid memberi kita jauh lebih banyak perbekalan akhirat kelak. Masih terdapat amal-amal lainnya yang seperti itu seperti puasa syawal yang diberi nilai oleh Allah seperti mengerjakan puasa selama setahun atau beribadah di malam lailatul qadr yang ganjarannya lebih baik daripada seribu bulan. Bayangkan!

Selain ibadah yang memberikan pahala atau kebaikan yang tinggi (gain profit) kita juga perlu mengoptimalkan sumber daya kita untuk melakukan amal-amal yang dapat menghapus dosa (avoid loss). Ingat bahwa dosa-dosa kita yang teramat banyak juga dapat menggiring kita ke neraka. Naudzubillah. Salah satu contoh amal yang dapat menghapus dosa adalah puasa di hari arafah yang dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Shalat tarawih juga dapat menghapuskan dosa sebagaimana hadits Rasulullah “Siapa yang menegakkan Ramadhan (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu”. Ada beberapa amalan lainnya yang dapat menghapuskan dosa seperti shalat malam, memperbanyak sujud, dan ibadah haji yang mabrur.

Terakhir ada jenis ibadah yang nilai kebaikannya sifatnya langgeng sebagaimana dalam hadits Rasulullah riwayat Muslim yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh. Beberapa amal lainnya yang pahalanya mengalir terus menerus seperti membuat sumur, masjid dan mewaqafkan Al Quran. Perlu diingat untuk sedekah atau infak yang kita berikan hendaknya dapat dikumpulkan kepada pengelola yang amanah agar dana yang terkumpul lebih banyak dan memberi dampak yang lebih nyata dan kontinu dibandingkan dengan sedekah yang kita lakukan secara sendiri-sendiri.

Menutup tulisan ini, mari kita merenungkan sejauh mana merencanakan amal-amal yang akan kita perbaiki tahun ini. Ingat bahwa untuk kepentingan dunia saja kita melakukan berbagai analisis dan metode perencanaan yang kompleks agar tujuan organisasi kita tercapai. tetapi apakah kita sudah menyiapkan amal-amal kita dengan serius untuk perbekalan kita di akhirat kelak? Wallahu alam.

 

Islam yang Dzahir

image

Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata : Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata

“Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,”lelaki itu berkata, ”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya

Potongan hadist di atas mengajarkan kepada kita semua mengenai makna dari Islam yaitu bersaksi tiada Rabb selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menunaikan shalat, puasa, zakat dan ibadah haji jika mampu. Kemampuan memenuhi kelima hal tersebut menjadikan kita sebagai seorang Muslim. Sebaliknya kegagalan kita memenuhinya membuat siapapun dapat bertanya apakah kita seorang muslim.

Jika kita telaah hadist tersebut lebih jauh ternyata kelima ibadah yang Rasul sebutkan di dalam hadist itu adalah ibadah wajib yg pelaksanaannya harus dilakukan secara terbuka; terang-terangan; publik alias dzahir. Saya ingin mengawali pembahasan ini dari poin dua yaitu shalat. Rasul menyariatkan shalat sebagai ibadah yg wajib dilakukan secara berjamaah di masjid khususnya bagi laki-laki. Bagi penduduk yg tinggal di rumah yg kedapatan tidak menunaikan shalat subuh berjamaah diancam akan dibakar rumahnya. Bahkan seorang buta saja tetap diwajibkan berjamaah di masjid selama masih mendengar adzan. Saking wajibnya shalat tetap dilakukan saat perang dgn ketentuan tertentu. Beberapa shalat juga wajib dilakukan secara berjamaah dan bersifat publik massal seperti shalat jumat, ied fitri, ied adha, shalat gerhana, istishqa dll. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah ini memang bersifat publik.

Seperti halnya shalat puasa wajib yang dilaksanakan di Bulan Ramadhan juga dilakukan secara terbuka. Terang benderang selama 30 hari. Penentuan awal waktunya pun ditentukan oleh pemerintah sehingga memberi kepastian kepada publik.

Zakat juga merupakan ibadah wajib yang bersifat terbuka. Banyak kaum muslimin yg cenderung menunaikan zakat secara sembunyi-sembunyi dan langsung kepada mustahik. Padahal Rasul mencontohkan bahwa zakat harus ditunaikan secara terbuka melalui amil. Adapun keterangan yg menyebutkan bahwa jika tangan kanan memberi tidak boleh diketahui oleh tangan kiri hanya relevan untuk infak dan sedekah, bukan zakat. Hal nyata tercermin dalam surat At Taubah ayat 103 yg memaksa utk mengambil zakat dari muzaki yg dilakukan oleh amil. Pada kisah sahabat Tsalabah, Rasul juga secara nyata memerintahkan dua orang sahabat Rasul utk mengambil zakat peternakan Tsalabah. Tsalabah saat itu menolak berzakat dan Rasul mendoakan kecelakaan utk Tsalabah karena keingkarannya itu. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa zakat juga merupakan ibadah yg sifatnya publik.

Kemudian ibadah yang paling terang benderang adalah haji. Waktunya khusus di bulan Dzulhijah, prosesi ibadahnya juga dilakukan secara terbuka, diatur dan diselenggarakan pemerintah secara teratur dan terkoordinasi dengan berbagai pihak yg terlibat.

Nah selain keempat ibadah tadi, syahadat yang sejatinya cukup hanya di dalam hati juga wajib disaksikan oleh orang lain saat seseorang berikrar masuk ke dalam Islam, bahkan ulama atau pemerintah dapat memberi sertifikat pengakuan keislaman seseorang. Terlebih lagi lafadz syahadat juga secara terang benderang di dalam shalat atau doa kita sehari-hari. Lebih daripada itu kealpaan kita utk menunjukkan pelaksanaan keempat ibadah lainnya secara terbuka dapat menimbulkan pertanyaan apakah kita seseorang yg berucap dua kalimat syahadat, apakah kita seorang muslim?

Berangkat dari hal tersebut sudah semestinya kita bersungguh-sungguh utk menunjukkan keislaman kita dgn melaksanakan kelima rukun Islam. Berbagai aksi teror, fitnah, diskriminasi, dan berbagai konspirasi terhadap Islam hendaknya tidak membuat kita malu utk berislam, sebaliknya kita harus menunjukkan kebanggan kita dalam berislam dengan melaksanakan Islam dzahir di atas.

Wallahu alam.

Munajat Malam

Janji itu telah mengguncang Arsy, 

Esok hanya cerita, sedih gembira tentang hanya kita berdua

Di dalam dingin dinding yang kita hela, kau ku dekap dalam tiap nafas

Biar mendung menggulung, kasih kita ke haluan tak terbendung

Kasih ku, di hadap – Nya kita mengadu, pada – Nya biar pagi malam kita yang berkata bukan kita yang bersuara

Tuhan kami menengadah tangan, Tuhan kami mohon ampunan, Tuhan beri kami kasih sayang

Undercover Boss: What I learnt from it

undercover boss

Recently, I often watched the Undercover Boss USA TV series on TV shows or via youtube. This show performs every single CEO for a full week to go undercover and find out what is really happening in their own company in daily basis. Through the mission the boss mostly found an eye opening experience even a new paradigm of thinking, belief, and value. At first, I watched the show just for fun and entertain myself, but then I found a really meaningful insight through this show. In this post I will share to you at least three things what I learnt from undercover boss which are happiness always comes when you share, good boss or bad boss always matters, listen first – understand second – do third – and then make people understand your point of view.

While doing the mission undercover the CEO has to play several role in whole week. Some of them act as a customer service, chef in the kitchen of restaurant, or a truck driver. Through this, the CEO started to understand the stories of their employees, what makes them happy or sad, what are important for them in life, what are their dreams, what thing makes them still there in their company and many more. Not one or two of the CEO who can not finish through the end of mission because they can’t stand to face the fact that there are so many thing they already missed and make the employees struggling in their job and live. They break out their undercover and tell their employee that he or she is the boss of the company. Some of them even crying when they speak the truth to their employee. However, if the mission is going well, at the end of the show the CEO will meet again with the employee who train them in the whole week and tell them everything. After that the CEO will give feedback and try to overcome the problem of the employee in their working place even personal life. Some of them gave more than $50.000 in cash, paid the mortgage of the employee’s house, started a fundraising activity to help the member of the family who are sick and urgently need help and so on. All the employee were happy to have it and some of them even don’t believe that the good things like that is happening in their life. At this point I see happiness even in the eye and smile of the boss. They get happiness through giving and enjoying it. One of the boss build a crisis fund for the employees and starts the foundation with 2 million dollars! They does not feel sad even spending million dollars out of their pockets. In fact, they are happy because of it. Maybe some of us think that that’s stupid even crazy to make decision like that. However the CEOs are proving to us that happiness can not only comes when we get something but it always come when we give something and makes other people happy.

In the show, I also see differences between good leader and bad leader. In one of the show, the CEO fired a managers of restaurant directly because the attitude of the manager to the employee. His attitude brings bad ambient to the whole team. The team member were sad and didn’t have any hope to thrive. But on the shows, there’s a manager of fast food restaurant that always trust his team, encourage the staff to grow, motivate them to give the best service to the customer. As the result, the CEO give him a brand new restaurant to lead and manage in his own name. This contrast brings me to a new belief that leaders no matter they’re good or bad are influencing the performance of the whole team. In some show the CEO found some problem in their facility that interfere the performance of their staff but it is a small thing because he can directly can have a phone call to buy a brand new facility or fix it right away. But to have a good staff is much worthy than those million facilities. Because of it, some other CEO take a step a head to maintain their best talent in their company by giving scholarship, coaching, transferring them to headquarter to have cross experience sharing and many more.

The last thing I learnt from this show is listen first – understand second – do third – and then make people understand your point of view. Many bosses have an eye opening experience because they can listen then understand first. They hold their ego and try to put themselves like an empty glass which ready to be fulfilled with a bunch of new knowledge and experience. After they understand the situation they do something to fix the problem and finally share their point of view about the problem. I think this approach works well and beneficial for every leader. Through this, the CEO not only see the staff as a statistical number or their performance as a graph of sales achievement. Through this they go beyond and realize that every single decision they make behind their desk literally affecting hundred even thousands of their employees and their families Now, I have a commitment to my self. I should go for my master, enhance my career and finally I should be a good leader. I should be a good leader who are taking care of all of my staff, give them opportunity to grow, respect their aspiration and do walk the talk. I believe that leaders are really affecting everybody lives, so that we should do something to make sure that the leaders in this whole world are a good man. How to do it? Yeah, You and I should be a good leader that what we dream of.

Surprise for Her Birthday

Tidak terasa sudah tiga kali kami lewati tanggal 25 Januari bersama-sama sejak pernikahan kami pada 2012 yang lalu. Pada hari itu puluhan tahun lalu istriku dilahirkan. Aku tak ketinggalan memberikan surprise untuknya setiap kali momen itu datang. Pada 25 Januari 2013 aku memberikannya hadiah jam tangan yang ku beli di Jogja. Dia seneng sih tapi gak seneng juga hehe. Gak usah dibahas kenapanya. Tapi yang jelas sejak saat itu aku punya cara lain untuk memberikannya hadiah saat ulang tahunnya tiba.

Pada tahun 2014 yang lalu saya memberikannya helm sebagai hadiah ulang tahun. Kenapa helm? Karena pada tahun 2014 kami pindah ke Bogor dari Jakarta dan kontrakan tempat kami tinggal hanya berjarak kurang lebih 1 km. Helm itu saya berikan agar ia lebih safety saat berkendara ke kantor. Di luar itu aku memberikan kejutan yang lain. Suatu hari selepas mengisi bedah buku di PPSDMS Regional 5 Bogor saya mendapat brownies coklat dan brownies itulah yang ku berikan kepadanya. Tapi tidak begitu saja. Ku buat petunjuk berantai yang ku tulis di sticky notes untuk mengarahkannya ke kulkas tempat aku menyimpan browniesnya. Petunjuk pertama aku tempel di cermin, isinya kira-kira begini,”di dasar cahaya” itu menunjuk ke petunjuk berikutnya yang berada di bawah lampu meja belajar. Petunjuk berikutnya terus berlanjut ke petunjuk lain hingga ia berkeliling rumah dan berakhir pada petunjuk tempat yang paling dingin, yaitu kulkas. Di sanalah ia menemukan hadiahnya, BROWNIES 🙂

Pada tahun 2015 ini saya memberikan hadiah dan kejutan yang berbeda. Sejak awal bulan aku sudah memberikannya sepatu Boots yang aku beli di Zalora. Kenapa Booots? Karena pada Februari ini ia audit di Jepang selama sepekan yang pada saat itu sedang dilanda musim dingin yang bersalju. Namun, seperti tahun sebelumnya saya memberikan kejutan lain. Sejak akhir Januari atau kira-kira sebulan sebelum ulang tahunnya aku sudah mengirim email ke teman-teman istri saya untuk membuat video singkat yang berisi doa untuk kami. Walau tidak semua teman-teman mengirimkan video tapi akhirnya saya bisa membuat kompilasi video tersebut sepanjang kurang lebih 3 menit. Kalau mau tahu kayak apa hasilnya mari kita simak bersama-sama. Met milad Rizka 🙂

2014 : a shifting year

Apa yang bisa kami sampaikan selain syukur kepada Allah SWT yang terus memberikan kami keberkahan, kemudahan, dan kemurahan rizkinya pada tahun 2014 ini. Jika dapat kami rangkum tahun 2014 ini adalah sebuah tahun peralihan, a shifting year. Ada beberapa peralihan dalam hidup kami yang terjadi pada tahun 2014 ini baik dalam keluarga dan karir kami. Pada awal tahun 2014 berbagai tawaran pun datang kepada kami berdua. Baik itu rencana bekerja maupun bersekolah di luar negeri. Setelah mempertimbangkan satu dan lain hal kami akhirnya memutuskan untuk tetap di Indonesia. Saya melanjutkan pekerjaan saya dan begitu pula dengan istri saya

Saya mengakhiri tahun 2013 dan mengawali tahun 2014 dengan karir baru dengan beralih dari dunia industri susu ke dunia zakat dengan menjadi Amil BAZNAS. Peralihan ini membuka jalur karir baru bagi saya. Saya amat bersyukur Allah menakdirkan saya bisa berkontribusi untuk dunia zakat di Indonesia. Seperti keinginan saya di awal ketika diwawancarai sebelum  bergabung dengan BAZNAS, saya ingin membuat zakat menjadi semakin dikenal dan digemari masyarakat. Salah satu caranya adalah membuat masyarakat semakin mudah untuk membayar zakat. Saat ini sudah ada aplikasi zakat loh di Android dan I Os yang bisa memudahkan kita melihat transaksi pembayaran zakat kita. Nah sebentar lagi di dalam aplikasi itu kita juga bisa langsung melakukan pembayaran zakat melakukan berbagai aplikasi layanan bank. Selain itu saya juga bekerja sama dengan operator telekomunikasi, restoran dan perusahaan ritel lainnya untuk memudahkan pelanggan mereka untuk berdonasi.

shanghai river

Pada bulan April 2014 kami melancong ke Shanghai Cina. Saat itu istri saya sedang dalam dinasnya untuk audit di sana, saya menyempatkan diri untuk ikut :). Detil perjalanan tersebut saya tulis di sini. Yang jelas perjalanan tersebut membuka satu lagi kotak di dalam pikiran saya bahwa kita harus lebih keras dalam bekerja dan belajar. Tak hanya itu kita juga harus lebih berlapang hati sehingga bisa bersinergi dengan siapapun sehingga dapat membangun Indonesia menjadi lebih maju daripada kondisinya saat ini.

Kami menjalani Ramadhan kami yang indah di kontrakan kami di Bogor dan mengakhiri Ramadhan kami dengan mudik ke Surabaya. Dengan persiapan yang baik kami akhirnya bisa meraih mudik yang bahagia dan hemat tentunya. Monggo di simak ceritanya.

Pada Juli kami memulai proses pembelian rumah yang saat ini kami tempati di Cilebut. Prosesnya memang tak mudah, tetapi Allah senantiasa memberikan jalan bagi kami sehingga akhirnya rumah tersebut dapat kami beli pada bulan September yang lalu. Rumah tersebut kami beli dengan membayar cash ke penjual dan meminjam dana dari BRI Syariah dengan tenor 6 tahun, prosesnya amat mudah dan transparan. Terima kasih kepada officer BRIS yang telah membantu kami di sepanjang prosesnya.

Pada Agustus Istri saya resmi cuti bekerja dari LPPOM MUI untuk melanjutkan kuliah S2 Teknologi Industri Pertanian, IPB. Ia saat ini sudah menjalani semeter pertama pada program studinya. Ia amat semangat belajar dan antusias dalam menjalankan berbagai tugas yang diberikan. Aku terus mendukungnya agar meraih yang terbaik dalam studinya. I love you, dear. Semoga studimu ini dapat menjadi penguat bagi dirimu bersama rekan-rekan yang lain dalam dakwah halal di Indonesia.

Di akhir Desember ini kami pun pindah dari kontrakan kami ke rumah kami yang baru di Cilebut. Proses peralihan ini juga tidak sederhana karena ada beberapa perbaikan yang mesti kami lakukan pada rumah ini. Namun, Alhamdulillah Allah senantiasa memberi kemudahan 🙂 Alhamdulillah.

Di akhir tahun ini tak ada yang dapat kami katakan selain syukur alhamdulillah atas semua yang telah engkau berikan Ya Rabb dan permohonan ampun atas segala dosa yang kami lakukan. Ya Rabb, Rabbi habli min ladunka thurriyyatan tayyibah. Innaka samiu addua